Bairpun dia masih menganggap ketiadaan aku disini,
Tak mengapa ....
Aku ok ..........
Walau mulut dipaksa tutup serapat rapatnya,
Biarkan lah mata saja yang memandang.....
Itu sudah memadai tika ini .
Biarkan lah ..........
Bila ia hilang dari pandangan,
Maka hati gunda gulana.
Biarlah walau hanya memandang dari
Celah celah kerasnya batu itu,
Asalkan hati puas ........
Biarkan dia tetap disitu .
Biarkan hati ini puas .
No comments:
Post a Comment